Total Tayangan Halaman

Sabtu, 27 November 2010

tenses

A. PRESENT TENSE

1. SIMPLE PRESENT TENSE

Untuk menyatakan sesuatu peristiwa atau kejadian yabg terjadi berulang-ulang atau suatu kebiasaan
RUMUS ;
SUBJECT + TO BE (AM, IS, ARE) + OBJECT
SUBJECT + VERB 1 TO OBJECT
Contoh :
1. (+) : you are lazy
(-) : you are not lazy
(?) : are you lazy?

2. PRESENT CONTINUOUS TENSE

Untuk menyatakan suatu peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung pada saat sekarang(sedang berlaku)
RUMUS :
SUBJECT + TO BE (IS, AM, ARE) + VERB 1 + ING + OBJECT

CONTOH :
1. (+) : I am writing the letter to my friend
(-) : I am not writing the letter to my friend
(?) : am I writing the letter to my friend?

3. PRESENT PERFECT TENSE

Menyatakan suatu peristiwa yang dilakukan diwaktu lampau tapi masih ada hubungannya dengan waktu sekarang, atau kejadian yang baru saja dilakukan, tapi waktunya tidak disebutkan.
RUMUS :
SUBJECT + HAVE/HAS + BEEN + OBJECT
SUBJECT + HAVE/HAS + VERB 3 + OBJECT




Contoh :
1. (+) : I have been here
(-) : I have not been here
(?) : have I been here?

4. PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSE

Menyatakan suatu peristiwa yang telah dilakukan mulai beberapa waktu yang lalu dan masih berlangsung sampai kini
RUMUS :
SUBJECT + HAVE/HAS + BEEN + VERB 1 + ING + OBJECT

Contoh :
1. (+) : we have been living in surabaya for 3 years
(-) : we have not been living in surabaya for 3 years
(?) : have we been living in surabaya for 3 years?


B. PAST TENSE

1. SIMPLE PAST TENSE

Untuk menyatakan suatu pekerjaan atau peristiwa di waktu lampau
RUMUS :
SUBJECT + TO BE (WAS, WERE) + OBJECT
SUBJECT + VERB 2 + OBJECT

Contoh :
1. (+) : he was there
(-) : he wa not there
(?) : was he there?







2. PAST PERFECT TENSE

Mentakan 2 kejadian diwaktu lampau atau menyatakan suatau kegiatan yang tlah terjadi sebelum perbuatan lain terjadi diwaktu lampau
RUMUS :
SUBJECT + HAD + BEEN + OBJECT
SUBJECT + HAD + VERB 3 + OBJECT

Contoh :
1. (+) : I had here before 2000
(-) : I had not been before 2000
(?) : had I been here before 2000?

3. PAST CONTINUOS TENSE

Menyatakan suatu perbuatan yang sedang berlangsung diwaktu lampau atau 2 kejadian yang terjadi bersamaan.
RUMUS :
SUBJECT + TO BE (WAS, WERE) + VERB 1 + ING + OBJECT

Contoh :
1. (+) : you were sleeping all night yesterday
(-) : you were not sleepingall night yesterday
(?) : were you sleeping all night yesterday?

4. PAST PERFECT CONTINUOUS TENSE

Menyatakan suatu peristiwa yang terjadi dimasa lalu sedang berlangsung dimasa lalu juga.
RUMUS :
SUBJECT + HAD + BEEN + VERB 1 + ING + OBJECT

Contoh :
1. (+) : I had staying here since 1999
(-) : I had not been staying here since 1999
(?) : had i been staying here since 1999?



c. FUTURE TENSE

1. SIMPLE FUTURE TENSE

Menyatakan suatu pekerjaan yang belum terjadi dan yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
RUMUS :
SUBJECT + SHALL/WILL + BE + OBJECT
SUBJECT + SHALL/WILL + VERB 1 + OBJECT

Contoh :
1. (+) : I shall be here tomorrow
(-) : I shall not be here tomorrow
(?) : shall be here tomorrow?

2. FUTURE CONTINUOUS TENSE

Menyatakan suatau kejadian yang akan datang terjadi dimasa yang akan datang.
RUMUS :
SUBJECT + SHALL/WILL + BE + VERB 1 + ING + OBJECT

Contoh :
1. (+) : I shall be visiting MONAS
(-) : I shall not be visiting MONAS
(?) : shall I be visiting MONAS?

3. FUTURE PERFECT TENSE

Menyatakan suatu kejadian yang dapat terjadi dan selesai pada masa yang akan datang dan sudah dimulai dimasa lampau.
RUMUS :
SUBJECT + SHALL/WILL + HAVE + BEEN + OBJECT
SUBJECT + SHALL/WILL + VERB 3 + OBJECT



Contoh :
1. (+) : we shall been here
(-) : we shall not have been here
(?) : shall we have been here?

4. FUTURE PERFECT COUNTINOUS TENSE

Menyatakn suatu yang terjadi pada masa lampau dan masih akan terjadi pada masa yang akan datang.
RUMUS :
SUBJECT + SHALL/WILL + HAVE + BEEN + VERB 1 + ING + OBJECT
Contoh :
1. (+) : I shall have been goin to bali for a week
(-) : I shall not have been going to bali for a week
(?) : shall I have been going to for a week?



C. PAST FUTURE TENSE

1. PAST FUTURE TENSE

Menyatakan suatu kejadian yang akan terjadi pada masa lampau (telah selesai).
RUMUS :
SUBJECT + + SHOULD/WOULD + BE + OBJECT
SUBJECT + SHOULD/WOULD + VERB 1 + OBJECT

Contoh :
1. (+) : I should in bekasi
(-) : I should not be in bekasi
(?) : should I be in bekasi?





2. PAST FUTURE CONTINUOUS TENSE

Menyatakan suatu kejadian yang akan sedang terjadi pada masa lampau
RUMUS :
SUBJECT + SHOULD/WOULD + BE + VERB 1 + ING + OBJECT

Contoh :
1. (+) : we should be playing badminton last Sunday
(-) : we shoud not be playing badminton last Sunday
(?) : should we be playing badminton last Sunday?

3. PAST FUTURE PERFECT TENSE

Menyatakn suatu kejadian yang akan sudah selesai pada waktu lampau atau menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena saratnya pasti tidak terpenuhi.
RUMUS :
SUBJECT + SHOULD/WOULD + HAVE + BEEN + OBJECT
SUBJECT + SHOULD/WOULD + HAVE + VERB 3 + OBJECT

Contoh :
1. (+) : I should have been here if he met you
(-) : I should not have been here if he met you
(?) : should I have been here if me met you?

4. PAST FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE

Menyatakan suatu kejadian yang seharusnya sudah sedang berlangsung beberapa lama diwaktu lampau.
RUMUS :
SUBJECT + SHOULD/WOULD + HAVE + BEEN + VERB 1 + ING + OBJECT



Contoh :
1. (+) : I should have been working in the office for two years last year
(-) : I should not have been working in the office for two years last year
(?) : should I have been working in the office for two years last year?

di balik warna buah dan sayur

Warna dibalik buah dan sayur

Warna merah :
Buah warna merah seperti stroberi, tomat dan buah jambu biji dan semangka. Warna merah pada buah-buahan ini mengandung zat antosianin, carotenoid dan likopen. Antosianin berguna mencegah infeksi dan juga kandungn kemih, sedangkan likopen menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental kita gak gampang pikun dan mencegah kanker.
Sayuran berwarna merah seperti bayam merah dan paprika juga memiliki manfaat besar berkat kandungan flavonoid nya-pensernaan kanker- dan vitamin C untuk menjaga kekebalan tubuh.

Warna hijau :
Warna hijau sebagian besar sayur berwarna hijau seprti bayam, caisim,daun singkong dan brokoli. Warna hijau ini mengandung zeaxanthin yang membantu mencegah kanker usus besar dan menjag kesehatan mata. Sayuran hijau juga mengandung zat besi untuk mencegah anemia, plus kaya magnesium dan klorofil yang akan menjaga kesehatan syaraf, otot dan keseimbangan hormon kita. Sedangkan buah-buahan hijau seperti anggur hijau , alpukat dan melon banyak mengnadung asam alegat yang berfungsi mencegah kanker dan menjaga tekanan darh kita agar tetap normal.

Warna kuning :
Buah pada wrna kuning ini mengandung kaya vitamin C dan karotenoid tinggi yang funsinya mencegah gangguan di saluran pencernaan. Bauh kuningnya seprti belimbing,persik dan pisang memiliki kalium yang akan menjaga cairan tubuh dan mengatur tekanan darah. Sayursn berwarna kuning juga tidak kalah manfaatnya karena mengandung karoteroid yang mencegah kita terserang katarak, jantung koroner, dan stroke. Contohnya sayur paprika kuning, jagung, dan labu.

Warna orange :
Zat beta karogen berfungsi sayurn dan buah menjadi berwarna orange, zat ini terdapat didialm buah papaya dan jeruk ini bias menghambat penuaan sel dam membuat kita awet muda, manfaat lain, yaitu terdapat vitamin A yang terkandung dalam buah-buahan ini. Dan vitamin ini berguna untuk kesehatan mata dan system kekebalan tubuh. Sayuran berwarna orange juga miliki manfaat yang sama. Wortel dan ubi jalar terdiri kalsium pektat yang mamapu menurunkan kadar lemak dalam darah. (sumber CC)

mitos buah

Mitos Buah

1. mentimun
Mitos : Sesudah mengomsumsi masakan yang dipanggang, seperti sate dan steak, harus dinetralisir dengan mentimun?

Fakta : benar. Daging yang dibakar dalam suhu tinggi memproduksi zat karsinogenik yang berpotensi menyebabkan kanker.sedangkan ketimun mengandung zat anti karsinogenik dan flavonoid yang dapat memprokteksi tubuh dari kanker


2. jeruk nipis
Mitos : air perasan jeruk ditambah kecap dapat menyembuhkan batuk?

Fakta : benar. Sifat jeruk nipis sangat asam, makannya dapat mematikan bakteri penyebabbatuk. Sedangkan kecap sebenernya tidak berfungsi apa-apa hanya sebagai penyeimbang rasa bagi kita yang tidak suka terlalu asam.


3. Bangkuang
Mitos : kulit emnjadi putih dengan mengkomsumsi bangkuang

Fakta : benar. Bangkuang mengandung isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan pada kulit akibat paparan ultra violet dari matahari. Karena itu, banyak banget lation pemutih yang berbahan dasar bangkuang.


4. Durian
Mitos : memakan buah durian, terutama dibarengi dengan meminuman soda dapat menganggu pencernaan

Fakta : benar. Pada durian yang matang kandungan alkholnya sangat tinggi. Jika di tambah zat bikarbonat dari soda , memekan durian dapat membuat perut menjadi panas.


5. Jeruk
Mitos : Saat terkena maag, sebaiknya tidak memekan buah jeruk

Fakta : benar. Walupun jeruk mengandung vitamin C kadar tinggi, jeruk dapat memperparah sakit maag karena meningkatkan kadar asam lambung



6. Salak
Mitos : memakan buah salak memicu sembelit karena fases menjadi keras

Fakta : salah. Salak nggak membuat fases mengeras. Justru sebenernya semua jenis buah dan sayuran mengandung serta yang berfungsi mempelancar BAB.


7. Jambu biji
Mitos : memeakn buah jambu biji dapat menyebabkan penyakit usus buntu

Fakta : salah. Penyakit usus buntu menyebabkan karena adanya bakteri pantogen yang menginfeksi usus besar. Biji pada buah jambu tidak akan menumbat usus, karena kan keluar saat BAB (berbagai sumber)

Metode Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Metode Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode-metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).
a. Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik
atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.
Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok,daripada keputusan yang diambil secara individual.
b. Pendapat Ahli
Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.
Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karenasangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik; untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.

c. Kewenangan Setelah Diskusi
Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan lain, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.
Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
d. Kesepakatan
Kesepakatan atau konsensusakan terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut. Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.
Namun demikian, metodepengambilan keputusan yang dilakukan melalui kesepakatn ini, tidak lepas juga dari kekurangan-kekurangan. Yang paling menonjol adalah dibutuhkannya waktu yang relatif lebih banyak dan lebih lama, sehingga metode ini tidak cocok untuk digunakan dalam keadaan mendesak atau darurat.
Keempat metode pengambilan keputusan di atas, menurut Adler dan Rodman, tidak ada yang terbaik dalam arti tidak ada ukuran-ukuran yang menjelaskan bahwa satu metode lebih unggul dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya. Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:
• jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan,
• tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil oleh kelompok, dan
• kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan pengambilan keputusan tersebut.

cara menyelesaikan konflik organisasi

Ketahanan menghadapi tekanan dalam berorganisasi : cenderung melakukan kesalahan yang tidak perlu ketika stress

Meningkatkan ketahanan menanggung stress :
1. Rencana positif
2. Optimisme
3. Punya rasa mengendalikan keadaan
4. Jangan mabil pusing pada hal remeh
5. Hati-hati dengan dramatisasi
6. Semangat mencari solusi
Indicator stress buruk : jika berpengaruh negarif secara fisik maupun emosional

Cara menyelesaikan konflik dalam organisasi :
1. menyatakan pendapat dengan menghormati pendapat lain
2. mengendalikan emosi para anggota
3. bekerja sama menemukan solusi untuk menyelesaikan konflik
4. mengendalikan egois para anggota
5. seorang pemimpin harus memberikan ketegasan dan kebranian untuk mengambil keputusan dan peka terhadap kebutuhan.
6. Seorang pemimpin harus berinisiatif mencari jalan keluar masalah tersebut.

Metode Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Metode Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode-metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).
a. Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik
atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.
Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok,daripada keputusan yang diambil secara individual.
b. Pendapat Ahli
Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.
Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karenasangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik; untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.

c. Kewenangan Setelah Diskusi
Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan lain, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.
Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
d. Kesepakatan
Kesepakatan atau konsensusakan terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut. Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.
Namun demikian, metodepengambilan keputusan yang dilakukan melalui kesepakatn ini, tidak lepas juga dari kekurangan-kekurangan. Yang paling menonjol adalah dibutuhkannya waktu yang relatif lebih banyak dan lebih lama, sehingga metode ini tidak cocok untuk digunakan dalam keadaan mendesak atau darurat.
Keempat metode pengambilan keputusan di atas, menurut Adler dan Rodman, tidak ada yang terbaik dalam arti tidak ada ukuran-ukuran yang menjelaskan bahwa satu metode lebih unggul dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya. Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:
• jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan,
• tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil oleh kelompok, dan
• kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan pengambilan keputusan tersebut.

tipe, bentuk, struktur organisasi

Tentang berorganisasi ini kita dapat melihat mahasiswa lebih kompetitif dan memiliki daya saing, dalam memimpin suatu organisasi dan dapat menyeleasikan tugas dengan sukses berawal dari dimana kita mempunyai suatu kempuan untuk menjalankan organisasi, ke 2 dimana kita harus mempunyai pengalaman dalam bidang organisasi dan yang ke 3 yaitu keingin tahuan kita terhadap hal yang baru yang membuat kita semakin tertantang untuk mempelajarinya.
Dan seorang pemimpin organisai harus mempunyai kemampuan contohnya, harus mempunyai keahlian dalam mengusai tugas-tugas pemimpin, dan mempunyai rencana ke depan dan keorganisasian, serta mampu membuat kontribusi untuk mengsukseskan sebuah tim. Dan yang paling penting pemimpin harus mempunyai inovatif dan juga senang berkerja sama dengan siapapun.
Dalam mengambil tindakan dalam suatu tim atau organisasi yang harus dilakukan berkerja sama denagn orang, team, dan organisasi yang lain. Kunci dari tindakan berbagi informasi antar organisasi lain, membantu seseorang ketika dibutuhkan, memfasilitasi tujuan kerja group, mengesampingkan interes pribadi demi tercapainya tujuan organisasi.
Dasar prinsip kepemimpinan efektif yaitu rasa saling percaya yang satu dengan yang lainya, dan komunikasi. Dan karakteristik dari pemimpin efektif memiliki visi kedepan, membuat keputusan yang tepat, berkomunikasi dengan baik, memberikan prilaku yang baik, mampu mempercayai orang, mampu menahan emosi, tahan terhadap tekanan,bertanggung jawab, mengenali smua anggota, dan terakhir yaiu cekatan,kreatif dan memberika sesutau yang baru.
Tujuan dari organisasi yaitu organisasi muncul karena orang berkerjasama untuk melaksanakan beberapa kegiatan lebih baik dari bekerja secara individu, sinergi yang dicapai lewat spesialisasi yang menciptakan keahlian seseorang dalam bidang tertentu, dan tantangannya, seseorang semakin memiliki spesialis maka sulit koordinasi.

Ada beberapa strukrut organisasi yaitu :
 Struktur fungsional :
Apakah personalia dikelompokan berdasarkan apa yang mereka kerjakan (tugas atau alat).

 Struktur divisional (output-based)
Apakah personalia dikelompokan berdasarkan apa yang mereka harapkan (produk, layanan atau pasar)

 Struktur matriks
Kombinasi antara tipe fungsional dan tipe output-based.

Kemampuan berorganisasi :
 mampu memananjemenkan waktu,(sejumlah kegiatan untuk dilakukan dalam kurun waktu tertentu)
 Meningkatkan motivasi
 Menjaga pola makan
• Pola makan sehat
• Berolah raga dengan teratur
• Tidur cukup dan berkualitas
 Menjaga penampilan (jalan menuju sukses)